Kamis, 26 Januari 2017

Farmakologi Karya Ilmiah Toksikologi


FARMAKOLOGI
TOKSIKOLOGI






DISUSUN OLEH :
RIZKA AFRINA (1548201084)

FARMASI III C





DOSEN PENGAMPU : YUNI ANDRIANI M.Si, Apt







STIKES HARAPAN IBU JAMBI
TAHUN AJARAN
2016/2017




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga karya ilmiah farmakologi tentang toksikologi ini, dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas perhatiannya yang telah diberikan.
Dan harapan saya semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca karya ilmiah ini, Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan Karya Ilmah ini, untuk itu saran dan kritik yang membangun dari semua pihak untuk penyempurnaan Karya Ilmiah ini. Atas perhatiannya penulis mengucapkan terimakasih telah membaca karya ilmiah toksikologi ini.

Jambi, januari 2017


Penulis

















BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia hidup dalam suatu lingkungan kimia serta menghirup, atau menyerap berbagai nbahan kimia tersebut melalui kuliat. Toksikologi merupakan ilmu yang sangat luas yang mencakup berbagai disiplin, ilmu yang sudah ada seperti ilmu kimia farmakologi, biokimia, forensik medicine dan lain-lain. Disamping itu ini terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu-ilmu lainnya,dan semua pada gilirannya akan menyulitkan kita dalam membuat definisi yang singkat dan tepat mengenai toksikologi in.
. Toksin Clostridium botulinum,adalah salah satu contoh tokson, dimana dalam konsentrasi yang sangat rendah (10mg/kg berat badan), sudah dapat mengakibatkan efek kematian. Berbeda dengan metanol, baru bekerja toksik pada dosis yang melebihi 10 g. Pengobatan parasetamol yang direkomendasikan dalam satu periode 24 jam adalah 4 g untuk orang dewasa dan 90 mg/kg untuk anak-anak. Namun pada penggunaan lebih dari 7 g pada orang dewasa dan 150 mg/kg pada anak-anak akan menimbulkan efek toksik.
Kata racun ”toxic” adalah bersaral dari bahasa Yunani, yaitu dari akar kata tox, dimana dalam bahasa Yunani berarti panah. Dimana panah pada saat itu digunakan sebagai senjata dalam peperangan, yang selalu pada anak panahnya terdapat racun. Di dalam ”Papyrus Ebers (1552 B.C.)“ orang Mesir kuno memuat informasi lengkap tentang pengobatan dan obat. Di Papyrus ini juga memuat ramuan untuk racun, seperti antimon (Sb), tembaga, timbal, hiosiamus, opium, terpentine, dan verdigris (kerak hijau pada permukaan tembaga). Sedangkan di India (500 - 600 B.C.) di dalam Charaka Samhita disebutkan, bahwa tembaga, besi, emas, timbal, perak, seng, bersifat sebagai racun, dan di dalam Susrata Samhita banyak menulis racun dari makanan,tananaman, hewan, dan penangkal racun gigitan ular.
B.      Rumusan Masalah
1. Pengertian toksikologi dan racun
2. Mrngenal toksilogi lingkungan
3. Mengenal toksikologi pada manusia
4. Bagaimana jalur masuk, tempat, waktu dan frekuensi pemaparan toksik
5. Penyebab dan jenis-jenis keracunan
6. Cara keja racun

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu toksikologi dan racun?
2. Untuk mengetahui toksikologi lingkungan?
3. Untuk mengetahui toksikologi manusia?
4. Untuk mengetahui jalur masuk, tempat, waktu dan frekuensi pemaparan toksik?
5. Penyebab dan jenis-jenis keracunan?
6. Bagaiman Cara kerja racun?

D. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan karya ilmiah ini adalah supaya si pembaca lebih mengenal toksikologi dan lebih menambah wawasan dari wawasan yang lainnya¸dan agar pembaca bisa mengetahui penyebab dari toksik apa itu toksik dan lain sebagainya.





BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Toksikologi Dan Racun

Toksikologi mempelajarii efek merugikan berbagai bahan kimia ini terhadap semua sistem hidup. Namun, dibidang biomedis, ahli toksikologi terutama mempelajari efek samping perjalanan beragam obat dan bahan kimia lain serta pembuktian bahay atau keamaan yang berkaitan dengan pemakaian mereka pada manusia. Menurut ilmi kimia toksikologi adalah ilmu yang mempelajari sangkut paut dengan efek-efek dan mekanisme kerja yang merugikan dari agent-agent kimia terhadap bin atang dan manusia. Sedangkan dari mpara ahli farmakologi toksikologi merupakan cabang farmakologi yang berhubungan dengan efek samping zat kimia  didalam sistem biologik.
Toksikologi adalah studi mengenai efek-efek yang tidak diinginkan dari zat-zat kimia terhadap organisme hidup. Toksikologi juga membahas tentang penilaian secara kuantitatif tentang organ-organ tubuh yang sering terpajang serta efek yang di timbulkannya.
Efek toksik atau efek yang tidak diinginkan dalam sistem biologis tidak akan dihasilkan oleh bahan kimia kecuali bahan kimia tersebut atau produk biotransformasinya mencapai tempat yang sesuai di dalam tubuh pada konsentrasi dan lama waktu yang cukup untuk menghasilkan manifestasi toksik. Faktor utama yang mempengaruhi toksisitas yang berhubungan dengan situasi pemaparan (pemajanan) terhadap bahan kimia tertentu adalah jalur masuk ke dalam tubuh, jangka waktu dan frekuensi pemaparan.

Racun adalah zat kimia atau zat tertentu yang memiliki efek merugikn pada jaringan manusia,organ, atau proses biologi. Beberapa tanggapan kronis yang menonjol dari racun disebut mutasi yang berupa kanker, dan cacat lahir serta efek pada sistem kekebalan tubuh.
B. Apa Itu Toksikologi Lingkungan
Toksikologi lingkungan mempelajaru dampak bahan kimia yang berpotensi merugikan, yang terdapat berbagai polutan lingkungan, bagi makhluk hidup istilah lingkungan menckakup seluruh keadaan disekitar organisme individual, tetapi terutama udara, tanah, dan air. Eskipun manusia dianggap sebagai spesies sasaran khusus, spesies lain juga penting sebagai sasaran biologis potensial.
Polusi udara adalah prosduk industrialisasi, perkembangan tekhnologi, dan peningkatan urbanisasi. Manusia juga mungkin terpajan bahan kimia yang digunakan di lingkungan pertanian sebagai pestisida atau dalam pengolahan makanan. Di Amerika Serikat, cemaran (kontaminan) udara diatur oleh Environmental Protection Agency (EPA) berdasarkan pertimbangan kesehatan dan estetik. Tabel-tabel cemaran adalah udara yang diatur serta masalah-masalah peraturan lainnya yang berkaitan dengan cemaran udara di Amerika Serikat  dapat ditemukan di ilmu pengetahuan lainnya.. banyak negara bagian juga memiliki regulasi cemaran udara masing-masing yang mungkin lebih kuat dari pada yang diatur ole EPA. Banyak negara lain dan beberapa organissasi suprapemerintah membuat aturan tentang cemaran udara.
C.  Apa Itu Toksikologi Manusia
Toksikologi manuia ini golongan dari pestissida atau pestisida organoklorin, Secara kualitatif, sifat toksik akut semua pestisida organoklorin pada manusia adalah serupa. Bahan-bahan ini mengganggu inaktivasi saluran natrium dimembran perangsang, dan menyebabkan lepas muatan yang berulang cepat pada sebagian besar neuron. Transpor ion kalsium terhambat efek-efek ini mempengaruhi repolarisasi dan ameningkatkan kepekaan neuron. Efek yang terutama adalah stimulasi susunan saraf pusat. Pada DDT, tremor mungkin merupakan manifestasi awal, mungkin berlanjut hingga kejang, sementara kejang tampaknya merupakan tanda awal intoksikasi senyawa lain. Belum ada pengobatan yang spesifik untuk keadaan intoksikasi akut dan penatalaksanaannya bersifat simtomatik.
Sifat karsinogenik potensial pestisida orgonoklorin telah diteliti secara mendalam dan hasil-hasilnya mengisyaratkan bahwa pemberian kronik kepada hewan percobaan dalam waktu lama meningkatkan pnkogenesis. Gangguan pada jalur endokrin merupakan mekanisme yang dipostulatkan. Ekstrapolasi hasil pengamatan pada hewan ke manusia masih diperdebatkan. Namun, beberapa studiepidemiologik besar tidak menemukan adanya keterkaitan antara resiko  kanker payudara dan kadar serum DDE, metabolit utama DDT, sehubungan dengan itu, hasil dari suatu studi kasus- kelola yang dilakukan untuk meneliti hubungan antara  kadar DDE dan DDT di jaringan lemak payudara dan resiko kanker payudara tidak menunjang adanya hubungan yang positif. Sebaliknya, penelitian terkini mendukung hubungan antara pajanan DDT prapubertas dan kanker otak.

D.  Jalur Masuk, Tempat, Waktu Dan Frekuensi Pemaparan Toksik
Jalur utama bahan toksik untuk dapat masuk ke dalam tubuh manusia adalah melalui saluran pencernaan atau gastro intestinal (menelan/ingesti, paru-paru (inhalasi), kulit (topikal), dan jalur perenteral lainnya (selain saluran usus/intestinal). Bahan toksik umumnya menyebabkan respon yang paling cepat bila diberikan melalui jalur intravena.

Disamping itu, jalur masuk dapat mempengaruhi toksisitas dari bahan kimia. Sebagai contoh, suatu bahan kimia yang didetoksifikasi di hati diharapkan akan menjadi kurang toksik bila diberikan melalui sirkulasi portal (oral) dibandingkan bila diberikan melalui sirkulasi sistematik (inhalasi). Pemaparan bahan – bahan toksik dilingkungan industry seringkali sebagai hasil dari pemaparan melalui inhalasi dan topical, sedangkan keracunan akibat kecelakaan atau bunuh diri seringkali terjadi melalui ingesti oral.

 JALUR WAKTU

Durasi dan frekuensi paparan bahan polutan dapat diterangkan dengan percobaan binatang. Pada percobaan binatang ahli toksikologi membagi paparan akibat bahan polutan menjadi 4 kategori, yaitu akut, sub akut, sub kronis, dan kronis. Paparan akut apabila suatu paparan terjadi kurang dari 24 jam dan jalan masuknya dapat melalui intravena dan injeksi subkutan. Paparan sub akut terjadi apabila paparan terulang untuk waktu satu bulan atau kurang, paparan sub kronis bila paparan terulang antara 1 sampai 3 bulan, dan paparan kronis apabila terulang lebih dari 3 bulan.
Pada beberapa bahan polutan, efek toksik yang timbul dari paparan pertama sangat berbeda bila dibandingkan dengan efek toksik yang dihasilkan oleh paparan ulangannya. Bahan polutan benzena pada pertama akan merusak sistensim saraf pusat sedangkan paparan ulangannya akan dapat menyebabkan leukemia.
Penurunan dosis akan mengurangi efek yang timbul. Suatu bahan polutan apabila diberikan beberapa jam atau beberapa hari dengan dosis penuh akan menghasilkan beberapa efek. Apabila dosis yang diberikan hanya separuhnya maka efek yang terjadi juga akan menurun setengahnya, terlebih lagi apabila dosis yang diberikan hanya sepersepuluhnya maka tidak akan menimbulkan efek.
Penggunaan bahan kimia oleh manusia terutama sebagai bahan baku didalam industri semakin hari semakin meningkat.walaupun zat kimia yang sangat toksik sudah dilarang dan dibatasi pemakaiannya, seperti pemakaian tetra-etil timbal (TEL) pada bensin, tetapi pemaparan terhadap zat kimia yang dapat membahayakan tidak dapat dielakkan.
Pemaparan bahan-bahan kimia terhadap manusia bisa bersifat kronik atau akut.  Pemaparan akut biasanya terjadi karena suatu kecelakaan atau disengaja (pada kasus bunuh diri atau dibunuh), dan pemaparan kronik biasanya dialami para pekerja terutama di lingkungan industri-industri kimia.
Efek toksik dari bahan-bahan kimia sangat bervariasi dalam sifat, organ sasaran, maupun mekanisme kerjanya.  Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan cidera pada tempat yang kena bahan tersebut (efek lokal), bisa juga efek sistematik setelah bahan kimia diserap dan tersebar ke bagian organ lainnya.  Efek toksik ini dapat bersifat reversibel artinya dapat hilang dengan sendirinya atau irreversibel  yaitu akan menetap atau bertambah parah setelah pajanan toksikan dihentikan.  Efek irreversibel (efek Nirpulih) di antaranya karsinjoma, mutasi, kerusakan syaraf, dan sirosis hati.
Efek toksikan reversibel (berpulih) bila tubuh terpajan dengan kadar yang rendah atau untuk waktu yang singkat, sedangkan efek terpulih terjadi bila pajanan dengan kadar yang lebih tinggi dan waktu yang lama (Rukaesih Achmad, 2004:170)
Di dalam ekotoksikologi komponen yang penting adalah integrasi antara laboratorium dengan peneltian lapangan (Kenndall and Akerman, 1992). Pendekatan eksperimental digunakan dalam analisis bahan berbahaya yang berpotensi menimbulkan efek dapat dikembangkan pada beberapa tingkat yang berbeda kompleksitasnya, tergantung pada target dari studi suatu organisasi misalnya satu spesies, populasi, komuniats atau ekosistem. Hal ini tergantung pada tipenya seperti panjang dan pendeknya waktu kematian, khronis atau respon pada sub-khronis, kerusakan reproduktif. Sehingga diperlukan kesepakatan diantara kenyataan ekologi dan kesederhanaan dalam prosedur serta interpretasi hasil. Efek toksik yang timbul tidak hanya tergantung pada frekuensi pemberian dengan dosis berbeda saja tetapi mungkin juga tergantung pada durasi paparannya. Efek kronis dapat terjadi apabila bahan kimia terakumulasi dalam sistem biologi. Efek toksik pada kondisi kronis bersifat ireversibel. Hal tersebut terjadi karena sistem biologi tidak mempunyai cukup waktu untuk mencapai kondisi menjadi pulih akibat paparan terus menerus dari bahan toksik.


E. Penyebab Dan Jenis-Jenis Keracunan

1. Keracunan Obat-obatan, Bisa karena kesalahan pada dosis pemberian atau cara penggunaan yang tidak benar sehingga menyebabkan keracunan obat.
2. Keracunan Bahan kimia, Contoh bahan kimia yang paling sering menjadi penyebab keracunan di indonesia seperti insektisida yang kurang hati-hati Sehingga beresiko terjadinya keracunan zat kimia.
3.  Keracunan makanan, Banyak juga jenis-jenis makanan yang bisa menyebabkan keracunan, salah satunya adalah sianida yang terdapat pada singkong, atau  ichtyosarcotoxion pada ikan dan juga singkong yang bisa menyebabkan penyumbatan pada tubuli ginjal sehingga menimbulkan hematuria dan anuria.
4.  Keracunan bakteri atau jamur, contohnya seperti Toksin botulinus yang terdapat pada makanan kaleng yang sudah rusak, atau pun enterotoksin yang terdapat pada makanan-makanan yang sudah basi.
5.  Accidental Poisoning, Ini merupakan keracunan yang terjadi karena tanpa disengaja atau pun akibat kecelakaan, Jenis Keracunan ini biasa terjadi pada anak-anak balita yang sering memasukkan benda-benda yang dijumpainya kedalam mulut.

F. Cara kerja Toksik didalam tubuh

Cara Kerja racun
- Racun bekerja setempat (Lokal) ; menimbulkan rasa nyeri yang hebat dan disertai peradangan, kematian dan shock.
Contoh : - Racun bersifat korosif ; lisol , asam kuat , basa kuat.
- Racun bersifat iritan; arsen, sublimat
- Racun bersifat anestetik; kokain, fenol
- Racun bekerja sistemik (keseluruh tubuh melalui aliran darah)
Contoh :
       - Narkotika, barbiturat, alcohol Jantung
- Insektisida golongan hidrokarbon yang mengandung klor dan fosfor
yang berpengaruh pada hati.
- Racun bekerja setempat dan sistemik
Contoh :Fenol, arsen, Pb
Fenol selain menimbulkan rasa nyeri (Lokal) juga menyebabkan depresi pada susunan syaraf pusat



BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Toksikologi adalah studi mengenai efek-efek yang tidak diinginkan dari zat-zat kimia terhadap organisme hidup. Toksikologi juga membahas tentang penilaian secara kuantitatif tentang organ-organ tubuh yang sering terpajang serta efek yang di timbulkannya.
Efek toksik atau efek yang tidak diinginkan dalam sistem biologis tidak akan dihasilkan oleh bahan kimia kecuali bahan kimia tersebut atau produk biotransformasinya mencapai tempat yang sesuai di dalam tubuh pada konsentrasi dan lama waktu yang cukup untuk menghasilkan manifestasi toksik. Faktor utama yang mempengaruhi toksisitas yang berhubungan dengan situasi pemaparan (pemajanan) terhadap bahan kimia tertentu adalah jalur masuk ke dalam tubuh, jangka waktu dan frekuensi pemaparan. Racun adalah zat kimia atau zat tertentu yang memiliki efek merugikn pada jaringan manusia,organ, atau proses biologi. Beberapa tanggapan kronis yang menonjol dari racun disebut mutasi yang berupa kanker, dan cacat lahir serta efek pada sistem kekebalan tubuh.
Jalan masuk ke dalam tubuh suatu bahan polutan yang toksik, umumnya melalui saluran penceraan makanan, saluran pernapasan, kulit dan jalur lain. Jalur lain tersebut diantaranya adalah intra muskuler, intra dermal, dan sub kutan. Jalan masuk yang berbeda ini akan mempengaruhi toksisitas bahan polutan. Bahan paparan yang berasal dari industri biasanya masuk ke dalam tubuh melalui kulit dan terhirup, sedangkan kejadian keracunan biasanya melalui proses teertelan.  Jalur utama bahan toksik untuk dapat masuk ke dalam tubuh manusia adalah melalui saluran pencernaan atau gastro intestinal (menelan/ingesti, paru-paru (inhalasi), kulit (topikal), dan jalur perenteral lainnya (selain saluran usus/intestinal). Bahan toksik umumnya menyebabkan respon yang paling cepat bila diberikan melalui jalur intravena.




















DAFTAR PUSTAKA
Gosselin. RE, Smith R,P Hodge HC. Clinical Toxikology of Commercial product,
        5th ed.       Willikins, 1984
Klaascen CD (editor). Casarett and Doull’s toxikology,  7th ed. McGrawhill,2007
Guyton. RGH Farmakologi kimia dan dasar  Jakarta : EGC
Jurnal toksikologi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar